Standar keamanan alat prostetik tidak hanya berkaitan dengan seberapa kuat material yang digunakan. Kesesuaian ukuran, desain socket, pemilihan komponen, batas berat pengguna, proses fitting, hingga pemeriksaan berkala juga mempunyai peran penting.
Itulah sebabnya pembuatan kaki atau tangan palsu sebaiknya tidak sekadar mengejar tampilan yang menyerupai anggota tubuh asli. Prostesis juga harus disesuaikan dengan kondisi fisik dan kebutuhan aktivitas penggunanya.
1. Standar Keamanan Alat Prostetik tentang Material
Pemilihan material merupakan salah satu bagian penting dalam keamanan alat prostetik. Material perlu memiliki karakteristik yang sesuai dengan bagian prostesis dan beban yang akan diterima.
Beberapa material yang umum ditemukan pada prostesis antara lain resin, polypropylene, aluminium, stainless steel, silikon, hingga serat karbon. Setiap material mempunyai karakteristik yang berbeda dalam hal berat, kekuatan, fleksibilitas, dan daya tahan.
Material yang digunakan pada socket, misalnya, perlu cukup kuat untuk menahan beban tetapi tetap dapat dibuat sesuai bentuk tubuh pengguna. Sementara komponen struktural kaki palsu harus mampu menghadapi beban yang terjadi secara berulang ketika pengguna berdiri dan berjalan.
2. Komponen Perlu Memiliki Kekuatan yang Memadai
Khusus pada prostesis anggota gerak bawah, komponen seperti adaptor, pylon, sendi lutut, pergelangan, dan telapak kaki akan menerima beban berkali-kali selama digunakan. Karena itu, kekuatan komponen tidak cukup hanya dinilai dari tampilannya.
Secara internasional terdapat standar yang mengatur persyaratan dan metode pengujian prostesis eksternal. Salah satunya adalah ISO 22523 tentang external limb prostheses and external orthoses, yang mencakup aspek seperti kekuatan, material, risiko, batas penggunaan, serta informasi penggunaan. Standar tersebut terakhir ditinjau dan dikonfirmasi pada 2024, meskipun versi penggantinya sedang dalam proses pengembangan. Namun, memenuhi suatu standar pengujian komponen tidak berarti komponen tersebut otomatis cocok untuk setiap orang. Pemilihan tetap harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pengguna.
3. Socket Harus Sesuai dengan Bentuk Tubuh
Pada kaki maupun tangan palsu, socket menjadi bagian yang berhubungan langsung dengan sisa anggota tubuh atau residual limb. Karena itu, kenyamanan dan keamanan socket menjadi sangat penting. Socket yang terlalu sempit dapat memberikan tekanan berlebihan pada kulit. Sebaliknya, socket yang terlalu longgar dapat membuat prostesis bergerak tidak stabil. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan pada socket meliputi:
- Bentuk dan volume residual limb.
- Distribusi tekanan.
- Area tulang yang membutuhkan perlindungan.
- Sistem suspensi atau pengikat.
- Kondisi kulit.
- Kenyamanan ketika berdiri atau bergerak.
Perubahan bentuk residual limb juga dapat terjadi seiring waktu. Karena itu, socket yang sebelumnya terasa nyaman belum tentu terus sesuai tanpa evaluasi.
4. Komponen Harus Sesuai Berat dan Aktivitas Pengguna
Setiap komponen prostetik dapat memiliki batas kemampuan tertentu. Karena itu, pemilihan komponen harus mempertimbangkan berat badan serta tingkat aktivitas pengguna. Kebutuhan seseorang yang menggunakan kaki palsu untuk aktivitas ringan sehari-hari tentu berbeda dengan pengguna yang memiliki mobilitas tinggi dan sering berjalan jauh. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan antara lain:
- Berat dan tinggi badan.
- Tingkat amputasi.
- Kekuatan otot.
- Kemampuan menjaga keseimbangan.
- Kecepatan berjalan.
- Aktivitas pekerjaan.
- Lingkungan tempat prostesis digunakan.
- Target mobilitas pengguna.
Menggunakan komponen yang tidak sesuai kapasitas dapat memengaruhi kestabilan dan usia pakainya.
5. Alignment Harus Diperhatikan
Pada kaki palsu, alignment adalah pengaturan posisi antara socket, sendi, pylon, dan telapak prostetik. Pengaturannya memengaruhi bagaimana berat tubuh diteruskan ketika pengguna berdiri dan berjalan. Alignment yang kurang tepat dapat membuat pola berjalan menjadi tidak seimbang, meningkatkan tekanan pada area tertentu, atau membuat pengguna membutuhkan energi lebih besar ketika bergerak. Karena itu, alignment biasanya diperiksa kembali pada saat fitting dan latihan berjalan. Penyesuaian dapat dilakukan berdasarkan respons pengguna saat menggunakan prostesis.
6. Fitting Tidak Boleh Dilewatkan
View this post on Instagram
Prostesis custom belum selesai hanya karena bentuk dan komponennya sudah dirakit. Tahap fitting diperlukan untuk mengetahui bagaimana alat tersebut berinteraksi langsung dengan tubuh pengguna. Dalam proses fitting, beberapa hal yang dapat dievaluasi antara lain kenyamanan socket, kestabilan prostesis, panjang kaki, posisi komponen, tekanan pada kulit, hingga pola berjalan. Apabila ditemukan masalah, prostesis dapat membutuhkan penyesuaian sebelum digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Karena itulah layanan pembuatan prostesis sebaiknya melibatkan assessment, pengukuran, pembuatan, fitting, dan evaluasi. Gerak Mandiri Medika menyediakan pembuatan alat prostetik dan ortotik custom yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing pengguna.
7. Kondisi Kulit Perlu Dipantau
Keamanan prostesis tidak hanya berhubungan dengan komponen mekanis. Kondisi kulit pada area yang bersentuhan dengan socket juga harus diperhatikan. Pada masa awal penggunaan, pengguna mungkin memerlukan waktu untuk beradaptasi. Namun, rasa sakit yang terus berlangsung, luka, lecet berat, pembengkakan, atau perubahan warna kulit tidak boleh diabaikan. Jika keluhan tersebut muncul, penggunaan prostesis perlu dievaluasi. Memaksakan penggunaan ketika terdapat tekanan yang tidak sesuai justru dapat memperburuk kondisi kulit.
8. Prostesis Perlu Diperiksa Secara Berkala
Alat prostetik digunakan berulang kali setiap hari sehingga beberapa bagian dapat mengalami keausan. Baut dapat mengendur, liner mengalami perubahan bentuk, bagian telapak aus, atau sistem sendi mulai menunjukkan perubahan gerakan. Pemeriksaan rutin penting dilakukan meskipun prostesis masih dapat digunakan.
Segera lakukan evaluasi apabila muncul kondisi seperti:
- Suara tidak biasa pada komponen.
- Sendi terasa lebih longgar.
- Prostesis terasa tidak stabil.
- Socket mulai terasa sempit atau longgar.
- Terdapat retakan pada bagian tertentu.
- Pola berjalan berubah.
- Muncul rasa sakit yang sebelumnya tidak ada.
Perbaikan lebih awal dapat membantu mencegah kerusakan berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Gerak Mandiri Medika menyediakan layanan assessment, pengukuran, pembuatan, fitting, hingga evaluasi alat prostetik custom untuk membantu pengguna mendapatkan prostesis yang sesuai dengan kondisi fisik dan kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Konsultasikan kebutuhan alat prostetik Anda bersama Gerak Mandiri Medika untuk mendapatkan solusi yang lebih tepat dan aman digunakan.
FAQ Standar Keamanan Alat Prostetik
Apakah Prostesis yang Mahal Pasti Lebih Aman?
Belum tentu. Harga dapat dipengaruhi material, teknologi, dan jenis komponen. Keamanan tetap bergantung pada kesesuaian komponen, proses pembuatan, fitting, serta kondisi pengguna.
Kapan Kaki Palsu Harus Diperiksa Kembali?
Pemeriksaan dapat dilakukan secara berkala atau ketika muncul perubahan kenyamanan, socket terasa longgar, terdapat suara pada komponen, pola berjalan berubah, atau terjadi perubahan pada residual limb.
Apakah Kaki Palsu Boleh Dipakai Sepanjang Hari?
Durasi pemakaian tergantung kondisi pengguna, pengalaman menggunakan prostesis, kondisi kulit, serta rekomendasi tenaga profesional. Pengguna baru biasanya membutuhkan proses adaptasi secara bertahap.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Socket Menyebabkan Luka?
Hentikan atau kurangi penggunaan jika tekanan menimbulkan luka dan lakukan evaluasi. Socket mungkin membutuhkan penyesuaian agar tekanan dapat terdistribusi dengan lebih baik.


