Wrist Hand Orthosis (WHO) adalah alat ortotik yang digunakan untuk menopang, menjaga posisi, atau membatasi gerakan pada pergelangan tangan hingga tangan. Alat ini dapat digunakan pada kondisi seperti kelemahan tangan pasca stroke, wrist drop, cedera saraf, carpal tunnel syndrome, fraktur, hingga kondisi tertentu yang berisiko menimbulkan kontraktur.
Bentuk Wrist Hand Orthosis biasanya mengikuti kontur lengan bawah, pergelangan, dan sebagian tangan. Namun, desain setiap alat tidak selalu sama karena tujuan penggunaannya dapat berbeda. Ada WHO yang bertujuan mempertahankan posisi pergelangan, ada yang membantu mengistirahatkan tangan, dan ada pula yang dibuat untuk mendukung fungsi tertentu selama rehabilitasi.
Apa Fungsi Wrist Hand Orthosis?
Fungsi utama Wrist Hand Orthosis adalah membantu mempertahankan posisi pergelangan dan tangan sesuai kebutuhan pengguna. Pada kondisi tertentu, otot tangan dapat menjadi terlalu lemah, terlalu tegang, atau sulit dikontrol sehingga posisi pergelangan tidak dapat dipertahankan secara optimal. WHO dapat digunakan untuk membantu:
- Menopang pergelangan tangan yang lemah
- Menjaga posisi tangan dan pergelangan
- Membatasi gerakan tertentu
- Membantu mempertahankan joint alignment
- Mengurangi risiko posisi tangan yang tidak diinginkan
- Membantu menjaga panjang jaringan lunak
- Mendukung aktivitas tertentu
- Membantu proses rehabilitasi sesuai indikasi
Pedoman rehabilitasi stroke yang dipublikasikan melalui NCBI menyebutkan bahwa splint tangan dan pergelangan dapat dipertimbangkan pada pasien tertentu untuk membantu menjaga rentang gerak sendi, posisi jaringan lunak, alignment, kenyamanan, maupun fungsi. Namun, penggunaannya tidak direkomendasikan secara rutin untuk semua pasien stroke dan perlu melalui assessment profesional.
Siapa yang Membutuhkan Wrist Hand Orthosis?
Wrist Hand Orthosis tidak hanya digunakan untuk satu jenis kondisi. Berikut beberapa keadaan yang dapat membuat seseorang membutuhkan WHO.
1. Pasien Pasca Stroke
Stroke dapat menyebabkan kelemahan atau peningkatan tonus otot pada salah satu sisi tubuh, termasuk lengan dan tangan. Akibatnya, sebagian pasien dapat mengalami kesulitan mempertahankan posisi pergelangan, membuka tangan, atau melakukan aktivitas menggunakan tangan yang terdampak.
Pada pasien tertentu, WHO dapat dipertimbangkan untuk membantu mempertahankan posisi tangan, memberikan dukungan, menjaga rentang gerak, atau mempermudah perawatan tangan. Namun, tidak semua pasien stroke membutuhkan WHO. Penggunaannya harus mempertimbangkan kekuatan otot, spastisitas, kondisi kulit, rentang gerak, serta tujuan rehabilitasi.
2. Mengalami Wrist Drop atau Tangan Drop
Wrist drop merupakan kondisi ketika seseorang kesulitan mengangkat pergelangan tangan sehingga posisi tangan cenderung jatuh ke bawah. Kondisi ini dapat berhubungan dengan kelemahan otot atau gangguan saraf tertentu.
WHO dapat digunakan untuk membantu mempertahankan posisi pergelangan agar lebih netral sehingga tangan memperoleh dukungan ketika melakukan aktivitas. Wrist Hand Orthosis juga termasuk alat yang digunakan untuk menopang dan mengatur posisi pergelangan hingga tangan, termasuk pada kondisi kelemahan atau kelumpuhan saraf.
3. Cedera atau Gangguan Saraf
Cedera saraf pada anggota gerak atas dapat menyebabkan kelemahan otot, perubahan posisi tangan, hingga menurunnya kemampuan melakukan gerakan tertentu. WHO dapat digunakan untuk memberikan dukungan sementara atau menjadi bagian dari program rehabilitasi. Desainnya perlu disesuaikan dengan saraf dan otot yang terdampak karena posisi yang dibutuhkan setiap pasien dapat berbeda.
4. Carpal Tunnel Syndrome
Carpal Tunnel Syndrome atau CTS terjadi ketika saraf median mengalami tekanan pada area pergelangan tangan. Pada kondisi tertentu, wrist orthosis dapat digunakan untuk menjaga pergelangan tetap berada mendekati posisi netral, terutama ketika tidur.
Pedoman klinis American Physical Therapy Association tahun 2026 merekomendasikan wrist immobilization orthosis pada posisi mendekati netral sebagai salah satu pilihan penanganan nonoperatif untuk CTS ringan hingga sedang. Namun, bentuk orthosis untuk CTS bisa berbeda dari WHO yang dibuat untuk pasien stroke atau kelumpuhan saraf.
5. Setelah Fraktur atau Cedera Pergelangan
Pada kondisi tertentu setelah fraktur, cedera, atau tindakan medis, pergelangan dan tangan mungkin membutuhkan dukungan tambahan selama proses pemulihan. Orthosis dapat membantu membatasi gerakan tertentu agar bagian yang sedang mengalami pemulihan tidak menerima gerakan berlebihan. Jenis alat serta waktu penggunaannya perlu mengikuti arahan dokter atau tenaga rehabilitasi karena kondisi setiap cedera berbeda.
6. Risiko Kontraktur pada Tangan
Kontraktur terjadi ketika jaringan lunak, otot, atau sendi menjadi semakin kaku sehingga rentang geraknya berkurang. Risiko ini dapat muncul pada pasien yang tangannya jarang bergerak akibat kelemahan berat, gangguan saraf, atau kondisi neurologis tertentu. Pada pasien yang memenuhi indikasi, Wrist Hand Orthosis dapat digunakan sebagai salah satu bagian dari penanganan untuk membantu mempertahankan posisi dan rentang gerak tangan. Penggunaannya biasanya perlu dikombinasikan dengan latihan atau program rehabilitasi lain sesuai kondisi pasien.
Mengapa Wrist Hand Orthosis Custom?
Bentuk lengan, ukuran pergelangan, posisi tangan, kekuatan otot, serta rentang gerak setiap pasien berbeda. Karena itu, WHO custom dapat dibuat mengikuti bentuk tubuh pengguna dan disesuaikan dengan tujuan pemakaiannya.
Gerak Mandiri Medika menyediakan Wrist Hand Orthosis custom sebagai bagian dari layanan alat bantu koreksi. Proses pembuatannya dapat meliputi assessment, pengukuran bagian tubuh, pemilihan desain dan material, pembuatan alat, hingga fitting dan evaluasi. Fitting menjadi tahap penting karena alat yang terlalu sempit dapat menghasilkan tekanan berlebih, sedangkan alat yang terlalu longgar tidak memberikan dukungan sebagaimana mestinya.
Konsultasi Wrist Hand Orthosis
View this post on Instagram
FAQ Wrist Hand Orthosis
Apakah Wrist Hand Orthosis Bisa Digunakan Pasca Stroke?
Bisa pada pasien tertentu. WHO dapat dipertimbangkan ketika terdapat kelemahan tangan, tonus otot tinggi, gangguan posisi pergelangan, atau risiko kontraktur. Namun, alat tidak diperlukan pada semua pasien stroke.
Apakah Wrist Hand Orthosis Sama dengan Wrist Support Biasa?
Tidak selalu. Wrist support umum biasanya memberikan kompresi atau dukungan sederhana, sedangkan WHO dapat dibuat dengan desain dan posisi khusus sesuai kondisi serta tujuan ortotik pengguna.
Berapa Lama Wrist Hand Orthosis Dipakai Setiap Hari?
Durasi pemakaian bergantung pada jenis orthosis, kondisi pasien, tujuan penggunaan, dan toleransi kulit. Jadwal sebaiknya mengikuti rekomendasi tenaga profesional yang melakukan assessment.
Apakah WHO Harus Dibuat Custom?
Tidak semua kondisi harus menggunakan WHO custom. Namun, pembuatan custom dapat diperlukan ketika pengguna membutuhkan posisi, dukungan, ukuran, atau desain khusus yang tidak dapat diperoleh dari alat siap pakai.



