Jenis Skoliosis Apa Saja yang Membutuhkan Brace?

Rate this post

Tidak semua penderita skoliosis harus menggunakan brace. Ada pasien yang cukup menjalani pemeriksaan rutin, ada yang membutuhkan brace selama masa pertumbuhan, dan ada pula yang memerlukan penanganan lain.

Penggunaan brace juga tidak ditentukan hanya berdasarkan jenis skoliosis. Dokter atau tenaga kesehatan perlu mempertimbangkan derajat kelengkungan, perkembangan kurva, usia pasien, lokasi kelengkungan, dan sisa masa pertumbuhan.

Lantas, jenis skoliosis apa saja yang biasanya membutuhkan brace?

Jenis-Jenis Skoliosis yang Butuh Brace

Scoliosis brace merupakan alat ortotik yang digunakan untuk membantu mengontrol kelengkungan tulang belakang agar tidak bertambah parah, terutama ketika pasien masih dalam masa pertumbuhan.

Pada anak dan remaja dengan skoliosis idiopatik, brace umumnya dipertimbangkan ketika kelengkungan berada di kisaran 25–45 derajat dan pasien masih memiliki potensi pertumbuhan. Brace tidak langsung meluruskan kurva yang sudah terbentuk, tetapi dapat membantu mengurangi risiko kurva berkembang hingga membutuhkan tindakan operasi.

Sementara itu, skoliosis ringan dengan kurva kurang dari 25 derajat biasanya lebih dahulu dipantau melalui pemeriksaan dan rontgen berkala. Keputusan tersebut tetap dapat berbeda apabila kurva berkembang dengan cepat atau pasien masih berada pada fase pertumbuhan aktif.

1. Skoliosis Idiopatik Remaja

Jenis Skoliosis Apa Saja yang Membutuhkan Brace?
Gambar milik www.orthopaedia.com

Adolescent idiopathic scoliosis atau skoliosis idiopatik remaja merupakan jenis skoliosis yang paling sering ditangani dengan brace. Kondisi ini biasanya terdeteksi pada usia remaja tanpa penyebab yang dapat diketahui secara pasti.

Brace dapat direkomendasikan apabila:

  • Pasien masih dalam masa pertumbuhan.
  • Kurva berada di kisaran 25–45 derajat.
  • Kelengkungan menunjukkan tanda bertambah.
  • Lokasi dan pola kurva memungkinkan dikontrol dengan brace.
  • Risiko perkembangan kurva dinilai cukup tinggi.

Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons, penggunaan brace paling sering dipertimbangkan pada pasien yang masih tumbuh dengan kurva antara 25 dan 45 derajat.

Jenis brace yang digunakan harus disesuaikan dengan pola kurva dan anatomi tubuh pasien. Karena itu, brace untuk satu pasien belum tentu cocok digunakan oleh pasien lain.

2. Skoliosis Juvenil

enis Skoliosis Apa Saja yang Membutuhkan Brace?
Gambar milik scolicare.com

Skoliosis juvenil merupakan skoliosis yang muncul pada anak sekitar usia 4–10 tahun. Jenis ini termasuk dalam kelompok early onset scoliosis, yaitu kelengkungan tulang belakang yang muncul sebelum usia 10 tahun.

Penanganan skoliosis juvenil perlu mendapat perhatian karena anak masih memiliki masa pertumbuhan yang panjang. Kurva yang terlihat kecil dapat berkembang seiring bertambahnya tinggi badan.

Brace dapat dipertimbangkan ketika kurva terus bertambah, anak sudah cukup besar untuk menggunakan brace, dan bentuk kelengkungan masih memungkinkan ditangani secara konservatif. Pada anak yang lebih kecil, dokter mungkin mempertimbangkan observasi, casting, brace, atau metode lain sesuai kondisi.

Scoliosis Research Society menjelaskan bahwa early onset scoliosis dapat disebabkan oleh faktor idiopatik, kelainan bawaan, kondisi neuromuskular, atau sindrom tertentu. Oleh karena itu, setiap kasus perlu dievaluasi secara khusus.

3. Skoliosis Neuromuskular

enis Skoliosis Apa Saja yang Membutuhkan Brace?
Gambar milik sciencedirect.com

Skoliosis neuromuskular dapat terjadi pada pasien dengan kondisi yang memengaruhi otot dan saraf, seperti cerebral palsy, spina bifida, muscular dystrophy, atau spinal muscular atrophy.

Pada kondisi ini, fungsi brace dapat berbeda dibandingkan brace untuk skoliosis idiopatik. Brace mungkin digunakan untuk:

  • Membantu menjaga posisi tubuh saat duduk.
  • Meningkatkan kestabilan batang tubuh.
  • Membantu keseimbangan di kursi roda.
  • Memberikan dukungan ketika beraktivitas.
  • Memudahkan penggunaan tangan dalam posisi duduk.

Brace pada skoliosis neuromuskular tidak selalu mampu menghentikan perkembangan kurva. Pada sebagian pasien yang masih dapat berjalan, penggunaan brace bahkan perlu dipertimbangkan dengan hati-hati karena dapat memengaruhi keseimbangan.

Karena itu, penggunaan brace untuk skoliosis neuromuskular harus melibatkan dokter, fisioterapis, orthotist, dan tenaga kesehatan lain yang menangani kondisi utama pasien.

4. Skoliosis Kongenital

enis Skoliosis Apa Saja yang Membutuhkan Brace?
Sumber gambar keslan.kemkes.go.id

Skoliosis kongenital terjadi akibat pembentukan tulang belakang yang tidak sempurna sejak dalam kandungan. Bentuk ruas tulang belakang dapat berbeda, menyatu, atau tumbuh tidak seimbang.

Penggunaan brace pada skoliosis kongenital tidak selalu memberikan hasil yang sama seperti pada skoliosis idiopatik. Hal ini terjadi karena sumber kelengkungan berasal dari struktur tulang belakang yang telah terbentuk secara tidak normal.

Brace mungkin dipertimbangkan apabila terdapat kurva tambahan yang bersifat fleksibel atau untuk membantu memberikan dukungan. Namun, keputusan penggunaannya sangat bergantung pada bentuk tulang, lokasi kelainan, usia anak, dan perkembangan kurva.

Pasien dengan skoliosis kongenital memerlukan pemeriksaan dokter spesialis karena sebagian kondisi juga dapat berkaitan dengan kelainan organ lain.

5. Skoliosis pada Orang Dewasa

Brace tidak terlalu sering digunakan untuk mengontrol perkembangan skoliosis pada orang dewasa karena pertumbuhan tulang umumnya telah selesai.

Namun, brace dapat digunakan pada kondisi tertentu untuk:

  • Memberikan dukungan pada punggung.
  • Membantu mengurangi rasa nyeri.
  • Meningkatkan kenyamanan ketika beraktivitas.
  • Menjadi pilihan pendukung ketika operasi tidak memungkinkan.
  • Membantu perlindungan setelah tindakan tertentu.

Menurut National Health Service, brace pada pasien dewasa lebih sering digunakan untuk membantu menyangga tulang belakang dan meredakan keluhan, bukan untuk mengoreksi bentuk kurva secara permanen.

Ringkasan Penggunaan Brace

Jenis Skoliosis Penggunaan Brace
Idiopatik remaja Sering direkomendasikan pada kurva sedang selama masa pertumbuhan
Juvenil Dapat digunakan jika kurva berkembang dan anak masih tumbuh
Neuromuskular Digunakan pada kondisi tertentu untuk stabilitas dan posisi duduk
Kongenital Tidak selalu efektif dan harus diputuskan berdasarkan kondisi struktur tulang
Skoliosis dewasa Lebih sering untuk menyangga punggung dan membantu mengurangi nyeri

Tabel tersebut hanya memberikan gambaran umum. Pasien tidak disarankan memutuskan penggunaan brace berdasarkan jenis skoliosis atau angka derajat kelengkungan saja.

Faktor Penentu Penggunaan Brace

Sebelum merekomendasikan brace, beberapa hal yang biasanya diperiksa meliputi:

  • Usia pasien.
  • Derajat kelengkungan berdasarkan sudut Cobb.
  • Kecepatan perkembangan kurva.
  • Sisa masa pertumbuhan.
  • Lokasi kurva pada tulang belakang.
  • Fleksibilitas kelengkungan.
  • Keseimbangan bahu, pinggang, dan panggul.
  • Kondisi kesehatan lain yang dimiliki pasien.
  • Kemampuan pasien mengikuti jadwal pemakaian.

Artinya, dua pasien dengan derajat skoliosis yang sama belum tentu mendapatkan rekomendasi brace yang sama.

Jenis skoliosis yang paling sering membutuhkan brace adalah skoliosis idiopatik pada anak atau remaja yang masih tumbuh dan memiliki kurva sedang. Namun, brace juga dapat digunakan pada kasus juvenil, neuromuskular, kongenital, atau skoliosis dewasa dengan tujuan yang berbeda.

Pemilihan brace tidak boleh hanya berdasarkan hasil pencarian internet atau rekomendasi orang lain. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan jenis alat, desain, titik tekanan, serta durasi pemakaiannya sesuai dengan kondisi pasien.

Gerak Mandiri Medika menyediakan layanan konsultasi, assessment, pengukuran, pembuatan, dan fitting scoliosis brace secara custom. Setiap brace dibuat berdasarkan bentuk tubuh dan kebutuhan pasien agar nyaman digunakan selama proses perawatan.

Layanan kami lainnya:

FAQ Scoliosis Brace

Apakah Semua Skoliosis Membutuhkan Brace?

Tidak. Skoliosis ringan yang stabil biasanya cukup dipantau. Brace lebih sering dipertimbangkan ketika pasien masih tumbuh dan kurva berisiko bertambah.

Berapa Derajat Skoliosis yang Membutuhkan Brace?

Pada skoliosis idiopatik remaja, brace umumnya dipertimbangkan pada kurva sekitar 25–45 derajat. Namun, usia, sisa pertumbuhan, lokasi kurva, dan perkembangannya juga harus dinilai.

Apakah Brace Bisa Meluruskan Tulang Belakang?

Brace tidak menjamin tulang belakang menjadi lurus secara permanen. Tujuan utamanya adalah membantu mengontrol kurva agar tidak semakin parah selama masa pertumbuhan.

Apakah Orang Dewasa Bisa Menggunakan Brace?

Bisa, tetapi tujuannya umumnya untuk membantu menyangga punggung, meningkatkan kenyamanan, atau mengurangi nyeri, bukan untuk mengubah kurva secara permanen.

Previous Post
Next Post

Lokasi

Copyright 2026 gerakmandirimedika.com. All Rights Reserved Powered by Resolusiweb.com.